BPM UII Selenggarakan Pelatihan Pengendalian Dokumen dan Keluhan Pelanggan

Email Print

Pada minggu kedua bulan Februari 2015, Badan Penjaminan Mutu mengadakan kegiatan pelatihan Pengendalian Dokumen dan Pengendalian Keluhan Pelanggan. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Lantai 4 Gedung GBPH Prabuningrat yang diperuntukkan bagi para Kepala Divisi dan penanggung jawab pengendalian dokumen di Fakultas dan Universitas. Acara yang dimulai dari jam 09.00 tersebut dibuka oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu Kariyam, S.Si, M.Si dan langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Pengendalian Dokumen dan Pengendalian Keluhan oleh Dra. Indah Susantun, M.Si dan Tito Yuwono, ST, M.Sc secara bergantian. Pelatihan dibagi ke dalam dua sesi penyelenggaraan yakni jam 09.00 – 12.00 wib untuk para Kepala Divisi di Fakultas dan sesi siang jam 13.00 – 16.00 untuk Kepala Divisi atau penanggung jawab dokumen di lingkungan Direktorat dan Badan.

Penyelenggaraan pelatihan tersebut adalah untuk merefresh kembali para Kepala Divisi dan penanggung jawab dokumen terhadap prosedur dan mekanisme pengendalian dokumen dan pengendalian keluhan. Pengendalian dokumen dirasa perlu untuk digiatkan kembali mengingat pentingnya dan tingginya penggunaan dokumen di lingkungan UII.  Masih dalam lingkup pengendalian dokumen peserta juga direfresh kembali dengan materi yang terkait dengan dokumentasi penjaminan mutu serta kegunaan dari masing-masing jenis dokumen.  Berikutnya tentang pengendalian keluhan pelanggan juga disampaikan kembali bagaimana mengelola keluhan terhadap layanan sebuah unit. Keluhan sebaiknya disikapi secara positif karena bisa menjadi pengingat terhadap perlunya perbaikan yang terus menerus. Adanya keluhan dapat menjadikan suatu unit menjadi sensitive terhadap perlunya improvement layanan yang diberikan. Perlunya sebuah pengendalian dokumentasi terhadap pengelolaan keluhan dapat memberikan baseline untuk perbaikan layanan di masa yang akan dating . Untuk mengevaluasi suatu keluhan diperlukan analisis terhadap akar permasalahannya untuk kemudian baru ditentukan tindakan perbaikan dan pencegahannya.  

Menjelang akhir setiap sesi diberikan kesempatan untuk tanya jawab bagi para peserta. Antusiasme peserta membuat masing-masing pemateri membatasi pertanyaan yang diajukan. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bagi para Kepala Divisi dan penanggungjawab dokumen dalam implementasinya di unit masing-masing. (BS).  

Mengacu pada AUN-QA, BPM UII Selenggarakan Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu

Email Print
E-mail Image
 

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, semua intitusi pendidikan dihadapkan dengan permasalahan yang semakin kommpleks, selain dituntut untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu harus juga bisa memenuhi standar standar pendidikan yang ditetapkan oleh otoritas-otoritas yang berwenang baik level nasional maupun internasional. Hal ini sangat penting sebab salah satu muara dari globalisasi di sektor pendidikan adalah standarisasi universal dalam penjaminan kualitas pendidikan yang dapat diadopsi oleh universitas di masing-masing negara.

Di lingkungan negara ASEAN, penjaminan mutu pendidikan tinggi diselenggarakan oleh The ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) dimana tujuan pembentukannya adalah untuk mencapai standar pendidikan yang maju di lingkup ASEAN dan menjembatani ketimpanganstandar pendidikan tinggi diantara negara anggota ASEAN.

Berkaitan dengan hal tersebut, Universitas Islam Indonesia melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) siang ini (29/10) menyelenggarakan “Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu dan dan Akreditasi Program Studi dengan Mengacu pada AUN-QA” bertempat di Ruang Sidang Utama, Gedung GBPH. Prabuningrat UII. Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo M.Sc., Wakil Rektor I Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., pemateri dari AUN-QA yang bertindak sebagai Anggota Documentation Review Committee dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA., M.Med.Ed, Ph.D., para jajaran Direktur, Kepala Badan, dan Dekan Fakultas di UII.

Dalam sambutannya, Harsoyo menyampaikan bahwa UII sejak berdiri sampai sekarang telah menunjukkan komitmennya untuk menggalakkan internasionalisasi pendidikan, termasuk pada aspek penjaminan mutu bagi unit-unit yang berada di lingkungannya. “Penjaminan mutu telah sejak lama menjadi  perhatian pemangku kepentingan di UII, terbukti dengan melakukan Audit Mutu Internal (AMI)” Ungkapnya.

Titi Savitri kemudian memaparkan materi yang berkaitan dengan persiapan universitas sebelum mengikuti standarisasi AUN-QA, disampaikan bahwa sebelum masuk kepada sistem standarisasi internasional maka yang diminta pertama kali kepada universitas adalah melakukan evaluasi diri. “Evaluasi pertama yang harus diperhatikan adalah pertanyaan mengapa sebuah perguruan tinggi melakukan penyelenggaraan pendidikan, tujuannya apa” Paparnya.

Selain itu Savitri juga menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan, visi dan misi universitas memainkan peran yang sangat penting, karena itu akan menentukan langkah apa saja yang akan dilakukan kedepan, terutama untuk unit-unit fakultas dan program studinya. Seharusnya sebuah visi itu timeless atau tidak mempunyai batas waktu, mempu memberikan inspirasi dan motivasi, berorientasi pada aksi, mampu meciptakan sebuah nilai yang baik, dan mempunyai kontribusi yang positif kepada masyarakat. ( Sumber: Humas UII )

 

BPM Mendapat Kunjungan Studi Banding Dua Perguruan Tinggi

Email Print

Minggu kedua bulan November 2013 tepatnya tanggal 13 November 2013, BPM mendapat kunjungan dari dua perguruan tinggi dalam waktu yang bersamaan. Kedua institusi tersebut disa,but dengan hangat di ruang Badan Penjaminan Mutu Universitas Islam Indonesia. Kedua perguruan tinggi tersebut adalah Politeknik Negri Malang yang memang memfokuskan untuk studi banding tentang penjaminan mutu dan Universitas Batu Raja yang juga melaksanakan kunjungan studi bandi di unit di lingkungan Rektorat UII. Kedua rombongan diterima oleh Kepala BPM Ir. Faisol AM, MS, Kepala Bidang Pelatihan dan Kerjasama Dra. Sri Mulyati, M.Si dan Kepala Bidang Pengendali Sistem Mutu Ir. Pratikno Hidayat, M.Sc. Rombongan dari Poltek Negeri Malang yang dipimpin oleh Kepala Kantor Jaminan Mutu KJM Politeknik Negeri Semarang Ibu Ariani menyampaikan maksud kehadirannya ke BPM UII untuk saling bertukar wawasan tentang implementasi Penjaminan Mutu di UII, demikian halnya dengan perwakilan Unit Penjaminan Mutu Universitas Baturaja yang dihadiri oleh Ketua Penjaminan Mutu Universitas Batu Raja.

Dalam kesempatan tersebut Ir. Faisol AM, memaparkan uraian implementasi sistem penjaminan mutu di UII, mulai dari pembangunan komitmen manajemen puncak hingga perangkat-perangkat sistem yang digunakan. Di sela-sela pemaparan tersebut juga diselingi dengan sharing dan diskusi yang hangat dari seluruh peserta forum tersebut. Akhir dari pertemuan tersebut ditutup dengan penjajakan kerjasama di masa yang akan datang oleh ketiga belah pihak dalam memperkuat implementasi penjaminan mutu di masing-masing institusi pergurian tinggi.

BPM Terima Kunjungan Studi Banding UIN Malang

Email Print

Mengawali bulan Oktober tepatnya tanggal 3 Oktober 2013, Badan Penjaminan Mutu menerima tamu kunjungan studi banding Sistem Penjaminan Mutu dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Dekan I FE UIN Malang Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag, M.Si tiba di BPM sekitar pukul 09.00 wib. Dalam forum tersebut pimpinan rombongan mengungkapkan maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk memperoleh gambaran bagaimana implementasi Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di UII.

Dalam diskusi yang hangat tersebut BPM UII yang diwakili oleh Kepala BPM Ir. Faisol AM, MS dan Kepala Bidang Statistik dan Sistem Informasi (KBSSI) Rina Mulyati, S.Psi, M.Si. menjelaskan tahapan implementasi SPM PT, perangkat-perangkat sistem yang digunakan serta sistem dukungan Teknologi Informasi yang ada. Selanjutnya menurut Ir. Faisol AM, dijelaskan juga bahwa di UII selain 7 standar SPMI PT yang ditetapkan dari Dikti, UII juga menjadikan Standar Mutu ISO 9001:2008 sebagai acuan untuk menyusun perangkat-perangkat sistem yang mengawal implementasi sistem penjaminan mutu di UII.

Dalam diskusi tersebut juga ditunjukan sistem informasi manajemen audit mutu internal (SIM AMI) yang sudah dugunakan UII untuk proses evaluasi implementasi SPM PT di UII, Materi AMI UII yang telah menggunakan standar Borang Akreditasi merupakan suatu kemajuan yang signifikan dalam implementasi SPM PT. Dalam kesempatan tersebut rombongan dari UIN Malang juga tertarik untuk mendapatkan gambaran tentang penilaian kinerja dosen. Dosen sebagai salah satu sumber daya utama dalam mencetak lulusan yang berkualitas perlu untuk dikendalikan kualitasnya. Dalam penjelasannya KBSSI UII menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Dosen merupakan salah satu parameter standar mutu yang diukur secara rutin setiap semester.

Akhir dari kegiatan kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan cideramata dari UIN Malang ke BPM UII. Selanjutnya kedepan diharapkan dapat terjalin kerjasama antara UII dan UIN Malang di bidang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan semoga dari kegiatan tersebut dapat membawa manfaat dan feedback yang positif bagi kedua belah pihak.

Audit Internal, Satu Langkah UII Jaga Kepercayaan dan Kwalitas

Email Print
Image

Kepercayaan dan kwalitas UII yang telah terbangun harus terus diijaga. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban bagi UII untuk terus melakukan evaluasi yang kemudian hasilnya dijadikan bahan untuk inovasi. Salah satu cara yang rutin dilakukan adalah melalui Audit Mutu Internal (AMI) yang kali ini dilakukan bagi rektorat, direktorat, dan badan di lingkungan UII mulai tanggal 16-18 September 2013.

Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyampaikan, kegiatan AMI yang rutin dilakukan UII sesungguhnya bukan hanya memiliki makna agar UII siap berkompetisi, tetapi juga sebagai upaya untuk memperbaiki diri agar tetap menjadi pioner bagi perguruan tinggi lain. “Apa yang kita lakukan ini tidak lain mencoba untuk terus memperbaiki diri dan selalu mencoba untuk leading,” katanya ketika membuka acara AMI rektorat, direktorat, dan badan dilungkangan UII, di Ruang Sidang kampus terpadu UII, Senin (16/9).

Namun yang terpenting, ujar Prof. Edy, AMI adalah sebagai media pertanggungjawaban UII terhadap masyarakat dalam meneylenggarakan pendidikan. Bahkan harus dimaknai juga bukan untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada divdalam direktorat tetapi untuk memotret supaya bisa memperbaiki diri. Sehingga ke depannya UII terus memiliki kualitas akademik, administrasi, dan tata kelola perguruan tinggi yang baik. “AMI ini sebagai bentuk akuntabilitas publik atas amanah yang diberikan publik  kepada kita,” jelasnya.

Sementara, Lead Auditor AMI Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menjelaskan, untuk auditor yang bertugas pada AMI kali ini berjumlah 11 auditor. Semuanya akan mengaudit direktorat di lingkungan UII mulai hari ini hingga 18 september mendatang. Ia pun beerharap mengingat tanggal 19 sudah masuk penutupan proses aduiting, maka diharapkan kepada semua auditor dapat bekerja ekstra sehingga akan selesai pada jadwal yang telah ditentukan.  “Ada 11 auditor yang akan bertugas mulai hari ini hingga sebelum pentupan tanggal 19 nanti,” ungkap pria yang kini menjabat dekan FTI UII tersebut.

Seperti diketahui AMI UII sampai saati ini terus menuai apresiasi dan reputasi yang baik tidak hanya dari DIKTI namun juga dari perguruan tinggi lain. Oleh karena itu selain dilakukan di lingkungan rektorat, pada akhir Agustus 2013 UII juga telah mengadakan AMI bagi seluruh unit di lingkungan UII yang jumlahnya mencapai 207 unit. Harapannya, proses ini menjadi salah satu wujud komitmen UII dalam menjamin serta meningkatkan kualitas pendidikan, serta sebagai persiapan dalam menghadapi audit mutu eksternal.

 

036724
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
174
66
240
36103
240
2065
36724

Your IP: 192.168.0.10
Server Time: 2015-03-02 04:29:15