Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan Refreshment Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1 pada 26 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di Ruang Teatrikal Lantai 2 Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan unit, kepala badan dan direktorat, serta para ketua program studi di lingkungan UII. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Jaka Nugraha, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, yang mewakili Rektor UII.

Dalam sambutannya, Prof. Jaka menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang hadir, serta menegaskan pentingnya pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan universitas.

“Akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT maupun LAM merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Melalui proses ini, kualitas layanan akademik dan penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi divalidasi secara eksternal sehingga dapat dipastikan telah memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai perubahan regulasi dalam beberapa tahun terakhir menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian terhadap mekanisme penjaminan mutu dan instrumen akreditasi yang digunakan. Salah satunya adalah terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, yang membawa sejumlah pembaruan pada kebijakan akreditasi dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Selain itu, Prof. Jaka menekankan pentingnya kesiapan UII dalam menghadapi proses perpanjangan akreditasi institusi yang dijadwalkan berlangsung pada September 2027. Oleh karena itu, berbagai upaya penguatan tata kelola akademik, kualitas pembelajaran, serta kinerja program studi perlu terus dilakukan secara sistematis dan terencana.

Memahami Instrumen Akreditasi Terbaru

Dalam sesi utama, Prof. Slamet Wahyudi memaparkan berbagai aspek penting terkait implementasi IAPT 4.1 dan IAPS 5.1, termasuk perubahan kebijakan akreditasi nasional, indikator penilaian mutu, serta strategi perguruan tinggi dalam mencapai status terakreditasi unggul.

Ia menjelaskan bahwa akreditasi merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang bertujuan menilai kelayakan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi serta menjamin mutu pendidikan secara eksternal.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencapaian status terakreditasi unggul sangat dipengaruhi oleh efektivitas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, sejumlah indikator penting juga menjadi perhatian dalam penilaian akreditasi, di antaranya:

  • kecukupan jumlah dosen tetap pada setiap program studi,

  • keterlibatan dosen tidak tetap yang dibatasi kurang dari 40% dari total dosen tetap,

  • persentase program studi dengan peringkat akreditasi unggul atau A,

  • serta kinerja tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan refreshment ini, diharapkan para pengelola program studi dan unit terkait di lingkungan UII dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kebijakan akreditasi nasional serta strategi yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan proses akreditasi institusi maupun program studi ke depan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UII dalam memperkuat budaya mutu serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang relevan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembukaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran Tahun 2026 pada 24 Februari 2026 secara daring. Kegiatan ini merupakan agenda rutin universitas yang dilaksanakan setelah berakhirnya semester ganjil sebagai bagian dari upaya memastikan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di setiap program studi. Pada pelaksanaan tahun ini, Monev pembelajaran mengevaluasi proses pembelajaran pada semester genap Tahun Akademik 2024/2025 serta semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, Prof. Dr. Jaka Nugraha, M.Si., serta dihadiri oleh pimpinan program studi, sekretaris program studi, Pengendali Sistem Mutu Fakultas dan Program Studi, auditor, serta tim Badan Penjaminan Mutu (BPM).

Dalam sambutannya, Prof. Jaka Nugraha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran, khususnya kepada tim Badan Penjaminan Mutu, para auditor, serta pengelola program studi yang berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan sistem penjaminan mutu di lingkungan universitas.

“Monitoring dan evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting dari proses penjaminan mutu yang telah menjadi bagian integral dari tata kelola organisasi universitas. Alhamdulillah, sistem penjaminan mutu di UII telah terinternalisasi dengan baik hingga ke tingkat program studi, terutama pada aspek utama perguruan tinggi yaitu penyelenggaraan proses pembelajaran yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Monev tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama untuk memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran berjalan secara optimal dan mampu melampaui indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Jaka juga menyampaikan bahwa UII akan segera mempersiapkan proses perpanjangan akreditasi institusi, yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Oleh karena itu, berbagai aspek yang berkaitan dengan sistem penjaminan mutu, kualitas pembelajaran, serta capaian akreditasi program studi perlu terus diperkuat.

“Keberhasilan universitas dalam mempertahankan akreditasi unggul sangat ditentukan oleh implementasi sistem penjaminan mutu yang konsisten, kualitas proses pembelajaran, serta capaian akreditasi program studi. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh program studi sangat diperlukan, baik dalam menjaga kualitas pembelajaran, ketercukupan dosen tetap, maupun optimalisasi pemanfaatan sumber daya dosen yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kesiapan universitas dalam menyesuaikan berbagai instrumen penjaminan mutu seiring dengan perkembangan kebijakan akreditasi nasional, termasuk adanya pembaruan instrumen akreditasi institusi dan program studi.

Sementara itu, dalam sesi pengantar kegiatan, Dr. Rina Mulyati, S.Psi., M.Si. menyampaikan pemaparan mengenai pelaksanaan Monev Pembelajaran 2026, yang mencakup timeline kegiatan, indikator kinerja, serta peran pengendali sistem mutu dalam mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari mekanisme peningkatan mutu akademik yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Monitoring dan evaluasi pembelajaran merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem penjaminan mutu internal universitas. Melalui proses ini, kita tidak hanya melakukan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga melakukan refleksi bersama guna memastikan bahwa proses akademik yang berjalan senantiasa selaras dengan standar mutu yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rina menjelaskan bahwa pelaksanaan Monev tahun 2026 menjadi periode terakhir bagi auditi dengan struktur kepemimpinan program studi yang saat ini menjabat, seiring dengan perubahan kepemimpinan yang akan berlangsung pada periode berikutnya. Ia juga menyampaikan harapan agar sistem monitoring dan evaluasi pembelajaran yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik di lingkungan universitas.

Rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran 2026 meliputi beberapa tahapan utama, mulai dari pengisian dan validasi data oleh auditi melalui sistem UIIMonev, evaluasi dokumen oleh auditor (desk evaluation), hingga pelaksanaan visitasi. Proses desk evaluation dijadwalkan berlangsung pada 9–31 Maret 2026, sementara visitasi lapangan akan dilaksanakan pada 1–9 April 2026.

Pada kesempatan yang sama, Elyza Gustri Wahyuni, S.T., M.Cs. juga menyampaikan sosialisasi terkait penggunaan sistem UIIMonev sebagai platform utama dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran. Dalam paparannya dijelaskan sejumlah penyesuaian pada sistem UIIMonev tahun ini, termasuk perubahan mekanisme evaluasi yang kini dilakukan langsung oleh auditor melalui tahapan desk evaluation dan visitasi.

Melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran 2026, diharapkan setiap program studi dapat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran serta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Universitas Islam Indonesia.

Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan acara Capacity Building yang bertajuk “Productivity Skills for Professionals: Flow, Focus, Finish” bagi para Pengendali Sistem Mutu (PSM) di lingkungan UII. Acara yang berlangsung meriah ini diadakan di Auditorium Lantai 4 Fakultas Hukum UII pada hari Selasa, 9 Desember 2025, mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis BPM UII untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja para PSM, yang merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas mutu universitas. Dari total 73 PSM yang diundang, antusiasme terlihat jelas dengan kehadiran 50 PSM yang siap menyerap ilmu produktivitas terbaik.

Sesi Capacity Building kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Ibu Fauziah Zulfitri, SPsi., M.M., PCC, yang merupakan Founder Insight Indonesia. Insight Indonesia sendiri dikenal melalui layanan Training – Coaching – Consulting. Sebagai seorang Professional Certified Coach (PCC), Ibu Fauziah membagikan kerangka kerja produktivitas yang komprehensif, yaitu FLOW – FOCUS – FINISH, yang bertujuan untuk membantu para profesional mencapai hasil kerja optimal.

Peserta dibekali dengan modul Workbook yang membahas empat sesi utama untuk mengasah Productivity Skills for Professionals:

  • Sesi 1 – FLOW: Mempelajari cara mengidentifikasi kebiasaan penyebab Time Drain (kebocoran waktu) dan menyusun Personal Flow Rhythm untuk menempatkan tugas utama di jam Prime Hours (jam paling produktif).
  • Sesi 2 – FOCUS: Membedah distraksi terbesar (Focus Distraction Radar), baik internal maupun eksternal, dan merumuskan Focus Boundary Rules pribadi untuk meningkatkan konsentrasi.
  • Sesi 3 – FINISH: Mengidentifikasi alasan mengapa tugas sering tidak selesai (Why I Don’t Finish) dan merencanakan penyelesaian tugas (Finish Planner) serta membangun akuntabilitas melalui Accountability Card.
  • Sesi 4 – SYSTEMIZE: Membangun kebiasaan produktif melalui Habit Loop Builder (Trigger, Action, Reward) dan menerapkan Weekly Review System serta 30-Day Productivity Challenge untuk keberlanjutan.

Acara ditutup dengan komitmen kuat dari para PSM untuk segera mengaplikasikan ilmu yang didapat, menandai langkah maju UII dalam mewujudkan budaya kerja yang unggul dan produktif.

dokumentasi kegiatan dapat dilihat disini

Yogyakarta, 8 Desember 2025 – Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi teknologi di Indonesia dengan sukses menyelenggarakan pelatihan intensif Agentic AI bagi para pimpinan Badan dan Direktorat di lingkungan UII. Kegiatan strategis ini merupakan bagian integral dari Program Hibah Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2025 dari Kemendikti Saintek.

Acara capacity building yang visioner ini dilaksanakan selama dua hari penuh, pada tanggal 6-7 Desember 2025, bertempat di Hotel Hyatt Yogyakarta, dan bertujuan untuk memperkenalkan serta mempraktikkan konsep kecerdasan buatan berbasis agen (Agentic AI) sebagai solusi revolusioner untuk efisiensi operasional dan pengambilan keputusan prediktif di perguruan tinggi.

UII, sebagai PTS tertua di Indonesia, telah membangun fondasi teknologi yang kokoh melalui platform UIIGateway. Namun, pelatihan ini hadir sebagai respons proaktif terhadap tantangan fragmentasi sistem informasi dan keterbatasan sistem konvensional yang bersifat reaktif.

Agentic AI menawarkan solusi dengan kemampuan pengambilan keputusan mandiri berdasarkan pemahaman kontekstual, pembelajaran adaptif berkelanjutan, dan kapabilitas prediktif untuk mengantisipasi kebutuhan sebelum masalah terjadi.

Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Kepala Badan Sistem Informasi UII, bertindak sebagai narasumber utama. Beliau menekankan bahwa program ini dirancang untuk mencapai dua tingkatan tujuan:

  1. Tujuan Organisasional: Mentransformasi budaya kerja dengan menargetkan pengurangan 40% waktu administratif dan peningkatan akurasi pengambilan keputusan sebesar 60% melalui analitik prediktif.
  2. Tujuan Strategis: Mengarah pada kemandirian teknologi dengan mengurangi ketergantungan vendor eksternal sebesar 60%, serta menjadikan UII pusat keunggulan kecerdasan buatan di masa mendatang.

Pelatihan ini disusun secara komprehensif untuk memastikan pimpinan dapat memahami konsep hingga mempraktikkan implementasinya:

  • Hari Pertama (6 Desember): Fokus pada Pengenalan AI, konsep Agentic AI, dan instalasi perangkat lunak Agentic AI.

  • Hari Kedua (7 Desember): Praktik langsung penerapan Agentic AI untuk memecahkan masalah operasional dan strategis di unit kerja masing-masing.

  • Hari Ketiga (8 Desember): Penugasan individu untuk menyusun rencana implementasi Agentic AI di unit masing-masing, sebagai komitmen transformasi.

Program Agentic AI ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang menciptakan ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan institusi pendidikan tinggi di era digital. Melalui program ini, UII siap memimpin inovasi dan berbagi model transformasi digital yang telah teruji keberhasilannya.

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen Sistem Penjaminan Mutu Universitas (RTM SPMU) pada Senin (22/09) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025, yang rangkaian visitasinya telah berlangsung pada 28 Agustus–16 September 2025 dan melibatkan seluruh unit di lingkungan UII. Sebelumnya, proses RTM tingkat fakultas (RTM-SPMF) dilaksanakan pada 15–18 September 2025 untuk menghimpun dan merumuskan evaluasi pada level unit kerja.

RTM-SPMU menjadi forum refleksi bersama untuk membahas hasil audit mutu, sekaligus ruang strategis dalam menetapkan arah perbaikan dan peningkatan di seluruh lini. Tahun ini, RTM memiliki makna khusus karena menjadi RTM terakhir bagi pimpinan universitas periode 2022–2026. Pembahasan mencakup hasil AMI, evaluasi umpan balik pelanggan, kinerja unit terhadap sasaran dan standar mutu, tindak lanjut perbaikan, serta perubahan yang memengaruhi sistem penjaminan mutu ke depan.

Acara dipandu oleh dosen FH UII, Siti Rahma Novikasari, S.H., M.H., sementara laporan hasil AMI dipaparkan langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid. Laporan tersebut mencakup seluruh unit—mulai dari dekanat, jurusan, program studi di semua jenjang, badan dan direktorat, pusat studi, laboratorium ISO 17025, hingga jajaran rektorat.

Setelah pemaparan hasil AMI, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyampaian rekomendasi perbaikan oleh peserta rapat. Masukan yang terkumpul akan dirumuskan dalam Surat Keputusan (SK) Rektor yang bersifat mengikat sebagai dasar tindak lanjut pada periode kepemimpinan berikutnya, dan akan diintegrasikan dalam Rapat Kerja (Rakorja) universitas maupun fakultas.

Dengan semangat rahmatan lil-‘alamin, pelaksanaan RTM-SPMU 2025 kembali menegaskan komitmen UII untuk terus memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan tata kelola, dan memastikan keberlanjutan transisi kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan kinerja dan layanan bagi seluruh sivitas akademika.

Yogyakarta, Agustus 2025 – Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang audit laboratorium, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Laboratorium Terpadu UII menyelenggarakan Pelatihan Auditor Internal ISO 17025:2017. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kulit, Karet, dan Plastik (BBSPJIKKP), yaitu Wahyu Pradana Arsitika.

Pelatihan berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 3, Gedung OSCE, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII.

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis dalam melaksanakan audit internal berdasarkan standar tersebut. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium di lingkungan UII.

Melalui kolaborasi ini, BPM dan Laboratorium Terpadu UII berharap dapat menciptakan sinergi dalam peningkatan mutu laboratorium secara berkelanjutan, serta memastikan pelaksanaan audit internal dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar internasional.

Yogyakarta, 12 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) bagi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2025.

Pelatihan diikuti oleh lima peserta dari unit Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran UMI Makassar dan difokuskan pada peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan teknis dalam menyusun dokumen inti SPMI dan instrumen AMI berbasis standar LAMPTKes Kedokteran. Kegiatan ini dikemas dalam format ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung penyusunan dokumen, menjadikannya pelatihan yang aplikatif dan kontekstual.

Kepala BPM UII, Dr. Rina Mulyati, S.Psi., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UII dalam mendukung budaya mutu berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat implementasi SPMI dan pelaksanaan audit mutu internal di UMI secara lebih sistematis dan sesuai standar nasional,” ujarnya.

Selain materi pelatihan yang komprehensif, peserta juga mendapatkan fasilitas lengkap berupa modul, template dokumen, seminar kit, dan sertifikat. Seluruh materi disusun agar dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja masing-masing, memperkuat nilai kebermanfaatan pelatihan.

Antusiasme peserta tercermin dari testimoni yang disampaikan melalui form evaluasi kegiatan.

dr. Irmayanti, “Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan SPMI yg diberikan oleh BPM UII, Kami UPMFK UMI banyak mendapat ilmu baru & In syaa Allah akan sangat membantu kami utk memperbaiki dokumen SPMI & dokumen AMI kami mendatang, trm ksh BPM UII”

Suci Noviyanah, “Menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana membuat audit terasa happy”

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga mempererat kerja sama antar perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Dukungan kolaboratif seperti ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif dan berkualitas

Akses materi, template, dan dokumentasi dapat diakses disini

Yogyakarta, Juni 2025 – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang dijadwalkan berlangsung pada periode Agustus–September 2025, Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII menyelenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) bersama unit-unit Direktorat dan Badan di lingkungan UII. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi serta masukan dari masing-masing unit guna memastikan instrumen AMI yang digunakan sesuai dan relevan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing unit.

Pelaksanaan FGD ini berlangsung sepanjang bulan Juni 2025 dan menjadi bagian dari tahapan penting dalam siklus penjaminan mutu internal universitas. Mengingat keberagaman proses bisnis yang dimiliki oleh setiap unit, FGD menjadi ruang dialog strategis antara BPM dan perwakilan unit untuk menyelaraskan instrumen audit dengan konteks kerja yang spesifik. Dengan demikian, audit yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan mutu di lingkungan UII.

Sebelum pelaksanaan FGD bagi Direktorat dan Badan, BPM UII juga telah menyelenggarakan FGD serupa bagi para Kepala Divisi di lingkungan Fakultas. Upaya ini menunjukkan komitmen BPM UII untuk membangun pendekatan yang partisipatif dan inklusif dalam setiap tahapan penjaminan mutu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil audit mutu internal tahun 2025 dapat menjadi cerminan nyata atas kondisi riil masing-masing unit, serta menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat sasaran dalam pengembangan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan di Universitas Islam Indonesia.