Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) kembali melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal untuk tahun 2018 di tingkat universitas dan fakultas. Pelaksanaan audit ini dijadwalkan berlangsung dari 26 Oktober dan berakhir pada 6 November 2018.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menuturkan Audit Mutu Internal dapat dimaknai sebagai ritual untuk menjaga eksistensi. “Ritual ini akan menjadi tidak bermakna ketika hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban,” pesannya saat membuka pelaksanaan Audit Mutu Internal pada Jumat (26/10), di Gedung Prof Dr. Sardjito UII.

Disampaikan Fathul Wahid, pelaksanaan kegiatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan baik. Mengutip sebuah Hadits, Fathul Wahid menyinggung pentingnya meluangkan waktu untuk mengaudit diri. “Audit merupakan sesuatu yang kontekstual. Orang yang berakal harusnya sensitif dengan jamannya (kontektualisasi),” paparnya.

Sementara disampaikan Kepala Badan Penjaminan Mutu UII, Kariyam, S.Si., M.Si., saat ini siklus yang dilaksanakan telah memasuki pada tahapan evaluasi. “Kegiatan ini untuk memastikan bahwa seluruh proses yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur. Seluruh output yang dicapai sesuai dengan standar yang telah disepakati,” ungkapnya.

Kariyam melanjutkan, kegiatan ini juga untuk memastikan seluruh kegiatan akademik dan non akademik telah berjalan dengan baik, serta untuk menemukan informasi dan fakta kaitannya dengan pengambilan keputusan. “Ruang lingkup audit sama dengan tahun sebelumnya, mengacu pada standar sistem penjaminan mutu UII MERCY OF GOD, yang telah diterapkan tiga tahun terakhir,” tandasnya.

Lebih lanjut Kariyam menuturkan, Audit Mutu Internal merupakan kebutuhan bagi setiap unit dan hendaknya tidak menjadi sebuah beban. Bila setiap hari, cara bekerja kita diorientasikan pada mutu, tentunya akan menjadi kebiasaan dan menjadi budaya mutu. “Konsep dalam Audit Mutu Internal adalah menemukan peluang perbaikan, juga menjadi pengawasan untuk menemukan sesuatu yang dapat diperbaiki,” jelasnya. Sumber: uii.ac.id

Dalam menjaga prestasinya menjadi universitas swasta terbaik di Indonesia, Universitas Islam Indonesia (UII) selalu memperhatikan kualitas mutu pendidikan dan pelayanan di lingkungannya. Tujuan dari Sistem Penjamin Mutu (SPM) ini adalah untuk mewujudkan sistem manajemen universitas yang terstandar dan akuntabel. Sehingga UII mampu memaksimalkan pengabdiannya kepada stakeholder pengguna jasa perguruan tinggi, yakni masyarakat.

Hal ini relevan dengan kegiatan Badan Penjamin Mutu (BPM) UII yang mengadakan acara Induksi Sistem Penjaminan Mutu Bagi Pengemban Amanah di Lingkungan UII periode 2018-2022, yang diadakan di Gedung Kuliah Umum Sardjito. Acara yang diadakan pada Rabu dan Kamis (24,25/10) itu selain dihadiri oleh Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. beserta jajaran, para dekanat beserta jajaran; juga dihadiri oleh Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D. sebagai Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Fathul Wahid menerangkan bahwa jauh sebelum otorisasi standar mutu yang diwajibkan untuk seluruh perguruan tinggi, UII telah memulai penjaminan mutu dari tahun 1999. Karena penjaminan mutu yang dilakukan oleh UII timbul karena kesadaran yang diperoleh dalam proses belajar.

“SPM perlu dijadikan kesadaran bersama (collective awareness) untuk menjadi pijakan dan alat gerak bersama ke depan” tambah Fathul Wahid dalam sambutannya. Ia berharap bahwa para dekan yang hadir memiliki cita-cita yang sama, yaitu UII menjadi besar di masa depan.

Salah satu pesan yang disampaikan Akhmad Fauzi adalah bagaimana menyiapkan aspek inovasi dalam pendidikan dan pelayanan. Sebagai perwujudan sikap nyata perguruan tinggi menghadapi era digital. (APB) Sumber: uii.ac.id

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bapak dan Ibu Pejabat Struktural di lingkungan UII yang kami hormati,

Kami, selaku wakil dari manajemen, memfasilitasi komitmen Manajemen untuk meningkatkan kualitas kinerja institusi khususnya Pimpinan Universitas, Badan, dan Direktorat, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Bapak dan Ibu sebagai salah satu stakeholders yang sering bekerjasama dengan Manajemen.

Untuk kepentingan tersebut, kami membutuhkan informasi berupa penilaian tentang beberapa faktor terkait kinerja bidang Pengembangan Akademik dan Riset (WR 1), Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karir (WR 2), Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni (WR 3), dan Bidang Networking dan Kewirausahaan (WR 4). Informasi tersebut akan dipergunakan sebagai salah satu referensi dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan stakeholders.

Informasi yang ada pada survei ini akan kami jamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan sesuai dengan tujuan di atas. Jumlah item yang harus diisi cukup banyak, tetapi kelengkapan jawaban untuk semua item dan pilihan jawaban yang benar-benar menggambarkan kondisi riil yang dialami selama ini akan mengoptimalkan kebermanfaatan dari hasil survei ini.

Pengisian survei silakan klik tautan berikut:

http://bit.ly/surveikinerjapimpinanUII

Kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi Bapak dan Ibu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tim BPM

Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dalam rangka studi banding pada Jum’at (19/10), di Gedung Rektorat UII. Pada pertemuan ini mendiskusikan tentang Badan Penjaminan Mutu di sebuah Universitas atau Perguruan Tinggi.

Badan Penjaminan Mutu (BPM) di sebuah Universitas atau Perguruan Tinggi merupakan sebuah sistem manajemen organisasi yang berbasis pada kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan dan harapan para stakeholders atau para pemangku kepentingan.

Kariyam, S.Si., M.Si., Selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu UII membuka diskusi dengan menjelaskan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) yang diterapkan di UII. Ia menuturkan, saat ini UII menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan tinggi berdasarkan pada peraturan Permenristekdikti No.62 Th 2016 tentang SPM Dikti.

“Di dalam peraturan tersebut perguruan tinggi mempunyai tugas dan wewenang merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan mengembangkan SPM. Dan saat ini SPM UII dikenal dengan nama Standar MERCY OF GOD,” jelas Kariyam.

Kariyam menambahkan, Standar MERCY OF GOD mempunyai 10 Standars dengan 99 cakupan kerja. MERCY OF GOD terdiri dari Management of Organization, Education, Research, Community Services, Yield of Services, Output, Facilities, Governance, Outcome & Cooperation, dan Da’wah Islamiyah.

“Cakupan Sasaran mutu MERCY Of GOD ini, terbagi menjadi 3 yaitu Universitas, Fakultas dan Program Studi. Dan tiap tahunnya akan diadakan satu kali Audit Mutu Internal Kinerja Akademik,” paparnya,

Disampaikan Kariyam, dalam satu tahun akan diadakan satu kali Rapat tinjauan manajemen SPM Universitas Audit Mutu Internal. Dalam setiap Audit akan dilakukan pemaparan mengenai hasil audit mutu internal selama satu tahun dan akan dievaluasi mengenai kinerja proses, pencapaian sasaran, rencana, dan standar mutu.

“Setelah itu akan diberikan rekomendasi untuk peningkatan perbaikan di tahun berikutnya” ujar Kariyam.

Sementara, Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd., selaku Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari Banjarmasin mengaku sangat tertarik dengan topik pembahasan pada kunjungannya kekampus UII kali ini. Pihaknya Tertarik untuk bisa mencontoh standar SPM MERCY OF GOD UII.

“Namun tentunya dengan menyesuaikan sistem penjaminan mutu serta stuktur yang ada di UIN Antasari Banjarmasin,” ujarnya. Sumber: uii.ac.id

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Pengumuman disampaikan kepada:

Rekan–rekan mahasiswa yang berbahagia,

Berkaitan dengan rencana perbaikan kualitas layanan dan fasilitas di lingkungan UII, maka kami selaku perwakilan manajemen memerlukan masukan dari rekan–rekan mahasiswa berdasarkan pengalaman menjalani pendidikan di UII.

Tujuan survei ini juga untuk mengoptimalkan kemanfaatan hasil survei, maka kami berharap rekan–rekan dapat melengkapi isian seluruh aspek dengan pilihan yang benar–benar menggambarkan kondisi riil yang rekan–rekan alami selama ini.

Berikut link survei tersebut:

 

Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerjasama yang disinergikan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tim BPM